Kudeta Mekkah

Maret 17, 2008

Judul Buku : Kudeta Mekkah, Sejarah Yang Tak Terkuak
Penulis : Yaroslav Trofimov
Penerbit : Pustaka Alvabet, Desember 2007
Tebal : 360 halaman

Penelitian Trofimov mengenail pengambilalihan Masjid Al Haram di Mekkah oleh kelompok militan Islam dimulai dengan mengetahui seluruh ancaman politik yang menakutkan. Penulis lalu menguji bagaimana aksi jihad global ini menginspirasi generasi teroris hari ini.

Trovimof seorang reporter Wall Sreet Journal memberi konteks melalui sebuah sejarah yang hidup mengenai akar dan bangkitnya ultra-fundamentalis Wahhabi serta menghadirkan kembali pertempuran di masjid tersebut dengan begitu eksploratif, seolah menjadi pemandangan yang mengerikan. Kegemparan yang diciptakan secara berkala tersebut tidak mengurangi alasan Trofimov bahwa Osama bin Laden dan gerakkannya adalah ideologi warisan kaum radikal Mekkah, tapi dengan sumber daya yang jauh lebih besar. (Portfolio Magazine)

Sinopsis :
Kudeta Mekkah pada 20 November 1979 memang banyak diketahui orang Timur Tengah. Tapi tidak banyak yang tahu kejadian persisnya seperti ini. Hal inilah yang mendorong Trofimov untuk mengungkapkan sebuah sejarah penting dalam dunia Islam atas terjadinya kudeta Mekkah yang menjadi pusat ibadah umat Islam dari seluruh dunia.

Dalam buku ini, penulis secara cermat mengawali kisahnya tentang kota Mekkah sebelum Juhaiman melakukan kudeta. Meski penulis bukanlah seorang muslim, tapi ketelitiannya dalam membaca sejarah Islam memang tidak diragukan lagi terutama saat campur tangannya Amerika ke tanah Islam. Bahkan ketika Kedutaan Amerika di Iran jatuh bertepatan dengan musim haji 1979, halaman 88. Para bangsawan Saudi khawatir bahwa gerakan Khumaini mengekspor Revolusi Islam bakal mendorong Ayatullah tersebut mencoba suatu pertunjukkan spektakuler yang sama di Masjid al- Haram.

Sementara ratusan pengikut Juhaiman baik dari Arab Saudi maupun dari luar berkumpul di Mekkah pada tahun itu. Keluarga inti Juhaiman dari Suku Badui yang bermukim di Najd sekarang dikumpulkan bareng sejumlah mahasiswa muda dari seluruh negeri, termasuk beberapa keturunan keluarga Arab Saudi terkemuka, yang telah dikecoki kepercayaan mesianistik oleh guru-gurunya.

Polisi rahasia Saudi, Mahabeth, juga tidak turut campur. Sangat susah diterima akal bahwa Mahabeth dengan jaringan informasi yang begitu kuat, secara sempurna tidak sadar akan rencana Juhaiman membaiat Imam Mahdi di Madji al-Haram. Saat tanggal 1 Muharam tiba, ketika para pemberontak mengambil alih masjid, Juhaiman berkonsentrasi di sayap militer operasi. Dia memastikan bahwa semua tembok telah terkunci dan para sniper-nya mengontrol semua yang mendekati tempat suci itu. Kalau tidak, seseorang bakal menyampaikan manifesto pemberontakan tersebut dan menjelaskan peristiwa bersejarah ini kepada dunia Islam.

Deskripsi :
Kudeta Mekkah bisa dikategorikan sebagai buku dokumenter karya seorang reporter. Melalui investigated report selama 1 tahun, Trofimov harus menghadapi berbagai rintangan dan tantangan untuk menungkap peristiwa 20 November 1979. Bagi generasi yang lahir setelah tahun itu, tentunya buku ini sangat penting dibaca.

Alasannya, dalam buku ini diceritakan bagaimana sebenarnya Kerajaan Arab Saudi pasca campur tangan Amerika, keberadaan Juhaiman sosok Islam aliran keras serta keterkaitan Osama bin Laden yang selalu diburu agen FBI dan CIA. Apalagi setelah adanya tragedi 11 September 2001.

Bagi yang ingin mengetahui sejarah perkembangan Islam, buku ini layak menjadi referensi. Banyak informasi yang ditulis Trofimov bagaimana peran non muslim memicu terjadinya Kudeta Mekkah.

Sumber : SSNet

China Undercover

Maret 8, 2008

Banyak Rahasia Di Balik Kemajuan Cina

Judul Buku : China Undercover, Rahasia Di Balik Kemajuan Cina
Penulis : Chen Guidi dan Wu Chuntao
Penerbit : Ufuk Press, 2007
Tebal : 362 halaman

Revolusi Cina sejak awal merupakan bencana bagi mayoritas luas rakyat Cina terutama di tingkat petani di daerah pedesaan. Ini terbukti dari laporan investigasi yang dilakukan pasangan suami istri Chen Guidi dan Wu Chuntao yang dikumpulkan dalam buku ini. Buku Chen dan Wu membantu kita memandang kebijakan komunis terkini dalam perspektif yang sebenarnya.

Ini sangat bertolak belakang dengan pelajaran yang diperoleh dalam kelas-kelas mengenai sejarah Cina, antropologi dan ekonomi, bahwa Komunis datang untuk menguasai dan membagi-bagikan tanah kepada jutaan petani yang tak memiliki tanah, mematahkan kekuasaan kelas tuan tanah yang parasit. (John Pomfret mantan Kabiro Beijing untuk Washington Post)

Sinopsis :
Chen dan Wu memang bukan seorang reporter. Tapi pemaparan cerita yang ditulis dalam China Undercover, memposisikan seperti seorang reporter yang melaporkan hasil investigasi tentang penyengsaraan petani Cina di beberapa wilayah yang ada di Propinsi Anhui. Hasil tulisan berdasarkan kisah nyata ini, memang sempat ‘menyinggung’ perasaan penguasa bahkan mereka dikucilkan orang-orang yang mengganggap Chen dan Wu seorang pengkhianat negara.

Namun jiwa dan semangat untuk mengungkapkan bagaimana sebenarnya para tiran menindas kaum lemah, Chen dan Wu tidak patah arang. Dalam awal bukunya, mereka mengungkap tentang keberanian Ding Zuoming petani biasa dari Desa Luying di wilayah hukum Kecamatan Jiwangchang di Kabupaten Luxin Anhui. Sosok Ding dibandingkan petani umumnya memang agak berbeda.

Meski hanya petani namun berkat informasi yang diperoleh baik dari radio maupun lembaran surat kabar, lebih banyak terlibat dalam kesulitan daripada banyak petani biasa. Pada akhirnya, dia harus membayar dengan nyawanya saat akan mengaudit pembukuan Desa Luying. Pengorbanan Ding Zuoming tidak sia-sia dan justru inilah yang memicu keberanian para petani lainnya menuntut keadilan atas kesewenangan para kader partai yang berkuasa.

Nasib yang sama dialami Zhang Quiyu saat akan melakukan audit pembukuan Desa Zhang dibawah pemerintahan Zhang Quiquan. Bahkan berita pembunuhan di desa ini dipolitisir penguasa untuk menutupi kebobrokan mereka. Chen dan Wu berdasarkan hasil investigasinya, dengan cermat memberikan gambaran bahwa inilah wajah para penguasa Cina yang sebenarnya, (halaman 81).

Deskripsi :
Memang umumnya yang terlihat baik atau terkesan maju dan modern dalam sebuah pemerintahan belum tentu hasilnya dinikmati rakyat. Terkadang justru kesan itulah yang menutupi kondisi sebenarnya, seperti kisah dalam China Undercover. Buku ini akan menambah wawasan bagi siapa saja, yang ingin mengetahui mekanisme kepemimpinan di Cina mulai dari pimpinan tertinggi hingga di akar rumput (grass root).

Tanpa pengawasan langsung di akar rumput, penderitaan yang hanya dirasakan rakyat jelata. Untuk itu, seorang pemimpin yang bijaksana perlu mengetahui secara langsung, apa yang terjadi di tingkat bawah, tidak sekadar terima laporan. Buku ini bisa menjadi ‘nasihat’ bijak bagi siapapun yang ingin menjadi pemimpin beramanah untuk rakyat. Selain menulis China Undercover, Wu dan Chen saat ini menyiapkan pembeberan baru berjudul Fighting for the Peasants in China.

Sumber : SSNET

Bung Tomo Menggugat

Maret 1, 2008

Judul Buku : Bung Tomo Menggugat
Penulis : Sutomo (Bung Tomo)
Pene
rbit : Visi Media
Tebal : 246 halaman

Gugatan Bung Tomo bermakna majemuk, dalam arti dimensi dan obyeknya beragam. Gugatan Bung Tomo bisa hadir berbentuk analisis kritis, sebagaimana tertangkap dari pemaparannya tentang hubungan politisi sipil dan militer yang saling menunggangi sehingga batas perannya menjadi tidak jelas, dengan konsekuensi membahayakan demokrasi.

Selain itu, gugatan Bung Tomo berarti pula sebagai tuntutan politik sebagaimana dikemukakannya dalam bentuk pembubaran DPR dan partai politik oleh pemerintah karena kinerjanya yang tidak produktif melindungi dan memperjuangkan nasib serta kepentingan rakyat, yang justru merupakan konstituennya.

Gugatan Bung Tomo yang bermakna kritik tajam, jelas sekali terlihat saat ia mengoreksi Bung Karno dan para jenderal yang dilihatnya mengalami dekadensi moral karena melemahkan nilai keutuhan keluarga dengan beristri lebih dari satu dan terjebak dalam ‘main perempuan’. (Arbi Sanit)

Sinopsis :
Menembus Kabut Gelap : Bung Tomo Menggugat berisikan dokumen-dokumen hasil pemikiran berupa tulisan, artikel dan surat (baik resmi maupun tidak resmi). Surat-surat tersebut ditujukan kepada Bung Karno, Pak Harto, Presiden AS Eissenhower, anggota Partai Indonesia Raya, LVRI dan sebagainya serta beberapa artikel tentang kepahlawanan dan persoalan antar generasi.

Sebagian besar tulisannya merupakan kritik yang keras dan tajam terhadap situasi dan kondisi zamannya. Kritik yang tidak sekadar kritik. Selain mengritik, Bung Tomo juga memberikan solusi atau cara-cara penyelesaian masalah, meskipun itu kesannya masih sangat sederhana.

Satu contoh surat yang ditulis Bung Tomo yang ditujukan pada Soeharto mantan Presiden RI di tahun 1972. Dalam surat tersebut, Bung Tomo mengingat kepemimpinan Soeharto di era Orde Baru. Semula dengan tumbangnya pemerintahan Bung Karno, Soeharto bisa memperbaiki kondisi carut marutnya bangsa Indonesia.

Namun kenyataannya, itu masih berlangsung terus hingga pemerintahan Orde Baru. Yang menarik dalam surat Bung Tomo tentang berita yang dimuat di media massa dan sudah diketahui banyak masyarakat.

Berita tersebut tentang seorang wanita cantik istri seseorang didatangi ajudan Perwira Tinggi TNI Jenderal dimana “sang Bapak” dari ajudan menginginkan wanita tersebut. Hati Bung Tomo terasa tersayat dengan berita tersebut dan meminta Soeharto menyadari hal itu dan tidak terjebak dalam genggaman cukong-cukong Cina dengan budaya ‘memberikan’ wanita cantik untuk ‘dimakan’, halaman 140.

Dalam buku ini pula, Bung Tomo memberikan beberapa solusi terkait dengan hubungan antar generasi pada setiap zaman. Dengan bijak, Bung Tomo memberikan contoh bagaimana bisa menyatukan antara generasi di zaman penjajahan Belanda dan masa revolusi fisik.

Bagian lain yang menarik disimak adalah soal penilaian Bung Tomo tentang pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan dan semangat 10 November 1945 yang telah dikhianati. Dalam bagian ini Bung Tomo menulis dengan bentuk question dan answer, halaman 192.

Deskripsi :
Buku ini menjadi dokumen penting bagi siapa saja yang ingin mengetahui kebenaran soal negara, soal bangsa dan soal moral. Banyak pemikiran-pemikiran brilian yang disampaikan Bung Tomo dalam surat-suratnya. Sangat bagus dibaca oleh generasi saat ini, sehingga akan mengetahui secara benar siapa Bung Tomo itu.

Keberadaan Hj SULISTINA SUTOMO istri Bung Tomo yang secara telaten mengumpulkan dokumen-dokumen penting tersebut patut dihargai. Tanpa bantuan istri almarhum, tentunya buku ini tidak mungkin terwujud dan anak bangsa tidak akan mengetahui secara benar tentang sosok Bung Tomo.

Sumber : SSNET

Sang Pembantai Dracula

Februari 23, 2008

Pahlawan Islam Membantai Dracula

Judul Buku : Sultan Mehmed II, Sang Pembantai Dracula
Penulis : Orhan Basarab
Penerbit : Darul Ikhsan, Januari 2008
Tebal : 168 halaman

Sejarah Mehmed II merupakan peristiwa dan makna. Sebagai orang yang telah menggoreskan hidupnya dalam sejarah dunia tentu ia perlu dieja dan diurai. Dengan kepekaan, ketajaman dan kemampuan membuka rahasia maka siapapun yang membaca sejarahnya akan menemukan ruh dari perjuangan Mehmed II.

Berbeda dengan usia dan kejayaan yang akan sirna, ruh perjuangan akan terus menapak dari masa ke masa, menebarkan makna ke seluruh semesta, memberikan jiwa bagi yang bisa menangkapnya. Ruh perjuangan Mehmed II adalah pembebasan. Ada 3 macam pembebasan yang diperjuangkan Mehmed II yakni membebaskan diri dari jiwa terjajah menjadi jiwa yang merdeka, membebaskan umat Islam dari penindasan pasukan Salib dan membebaskan Islam dari dominasi Kristen. (Penulis)

Sinopsis :
Konon Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Semua itu hanya kebohongan belaka yang dilakukan dunia barat untuk mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Nama Dracula semakin melambung begitu Bram Stoker menjadikannya sebagai tokoh utama dalam novel berjudul “Dracula”. Ini semata-mata dilakukan agar pahlawan muslim Mehmed II tenggelam dalam dominasi sejarah Dracula.

Dalam buku ini penulis memaparkan siapa Mehmed II sang penakluk Konstantinopel. Mehmed II yang lahir di Edirne perbatasan Yunani dan Bulgaria sejak kecil sudah disiapkan menggantikan ayahnya dalam memimpin pasukan Turki Ottoman menghadapi pasukan Salib, (halaman 54).

Sementara Dracula yang asli bernama Vlad Tsepes III (1431-1476 M) merupakan sosok pembangkang yang tidak mau tunduk pada pemerintahan Mehmed II. Dracula membalaskan sakit hatinya karena sejak kecil dipisahkan dari orangtuanya untuk mengikuti pendidikan militer.

Hanya saja, jalan yang ditempuh Dracula di luar kemanusiaan. Siapa saja yang merasa tidak pas di hatinya, khususnya kaum muslim, langsung disiksa dengan cara disula, dibakar maupun ditebas kepalanya. Kebengisan Dracula akhirnya memaksa Mehmed II untuk berperang terbuka.

Kelicikan Dracula terhenti saat Mehmed II berhasil memancangkan kepala Dracula di tengah alun-alun Konstantinopel. Oleh para pendeta, mayat Dracula disemayamkan di dalam Gereja Snagov. Kuburannya persis berada di depan altar suci gereja, (halaman 139).

Deskripsi :
Membaca sejarah merupakan proses mengeja peristiwa dan mengurai makna. Penulis buku ini mampu memberikan ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tentang sosok Mehmed II yang berhasil membunuh keganasan Dracula.

Ketajaman analisa dan kemampuan membuka rahasia tersebut, membuka hati pembaca mengetahui dengan benar sejarah Perang Salib dan siapa sebenarnya sosok bernama Dracula yang selama ini digembar-gemborkan dunia barat sebagai vampir bertaring tajam yang suka menghisap darah manusia.

Kepahlawan Mehmed II sebagai pahlawan Islam yang sengaja di’tenggelamkan’ barat untuk menutupi kebengisan Dracula satu diantara pemimpin Perang Salib, dikupas tuntas oleh penulis. Mehmed II patut dikenang selamanya oleh kaum muslim sebagai pahlawan Islam yang tidak kalah hebatnya dalam membawa kebaikan di bumi ini.

Sumber : SSNET

Dari Kilometer 0,0

Februari 18, 2008

Judul Buku : Dari Kilometer 0,0
Penulis : Andi A. Mallarangeng
Penerbit : RDI JUrnal Nasional Publishing Group
Halaman : 302, Oktober 2007

Kapan saja, di mana saja. Begitulah kredo Andi Alfian Mallarangeng dalam urusan menulis. Maksudnya, kapan ada waktu, tanpa terikat tempat, juru bicara presiden itu mengeluarkan notebook-nya dan menulis untuk kolom tetapnya di harian Jurnal Nasional terbitan Jakarta. Topik yang dibahasnya bermacam-macam. Materinya dicomot dari pengalaman sehari-hari bersama Presiden SBY. Tentu, banyak hal yang dialaminya. Maka, untuk kolom mingguannya itu ia memilih tema yang dinilai menarik, hangat, dan relevan pula kebijakan pemerintah. Minggu demi minggu, kolomnya terus mengalir. Hasilnya kolomnya sudah bertumpuk. Lalu Andi menerbitkannya tulisan sebagai buku.

Dalam buku ini, kolom kolom itu sengaja disusun secara kronologis agar pembaca bisa mengikuti perjalanan kepresidenan Presiden SBY secara runtut dari minggu ke minggu. Dengan begitu, pembaca dapat melihat berbagai peristiwa, kebijakan, pernyataan, tindakan atau situasi penting atau menarik dari kacamata juru bicara kepresidenan.

Diberi judul “Dari Kilometer 0,0” karena ketika Andi dimasa kecil selalu bepergian dan melihat tanda-tanda kilometer untuk mengetahui apakah ia sudah dekat dengan tempat tujuan atau tidak. Biasanya kata ANDI kilometer 0 itu dihitung dari pusat kota-kota seperti alun-alun atau kantor pemerintahan. “Secara simbolik kilometer 0 di negara Indonesia berada di sekitar istana kepresidenan yaitu Istana Negara dan Monas. Tambahan desimal pada kilometer 0,0 sekedar membedakan dengan cara mengukur yang lain yaitu kilometer 0 yang ada di Sabang untuk menunjukkan titik awal geografis Nusantara “Dari Sabang sampai Merauke”.

Kata Hotman Siahaan Pakar Sosiologi Universitas Airlangga yang menjadi pembicara bedah buku Dari Kilometer 0,0 di Hotel Sheraton Surabaya, Jumat 15 Februari 2008 menilai Andi mempunyai kepiawaian dan keliaran berpikir yang sangat jeli dalam tulisan-tulisannya. Bahkan ia mengatakan keliaran berpikir ANDI MALARANGGENG sudah gawan bayi (bawaan sejak lahir). “Membaca buku ini saya tidak surprise, karena saya tahu ANDI itu seperti apa, tetapi saya lebih surprise ditengah-tengah kesibukannya, ANDI bisa membuat sebuah buku,” kata HOTMAN seperti dikutip suarasurabaya.net.

Parijs Van Java
Mobil Kepresidenan boleh anti peluru, tetapi bau itu tetap masuk melalui saluran AC, membuat Presiden bertanya-tanya. Ada di mana kita? Inikah Bandung? Paris Van Java? ‘Sampah Pak,’ ajudan Presiden mencoba menjelaskan. ‘Ada sampah di mana-mana dan tak kemana-mana’ kata presiden-presiden mahasiswa se-Bandung Raya ketika bertemu Presiden SBY seusai acara berlari. Mereka meminta Presiden SBY turun tangan.

Ada SBY di Friendster
Bagaimana perasaan anda jika ada orang lain mengaku sebagai Anda, menggunakan identitas Anda, bahkan menggunakan identitas Anda? Selamat datang di dunia maya internet. Karena di dunia maya pun kebenaran dan kejujuran juga harus ditegakkan. Karena itu, sekali-sekali masuklah ke dunia maya dan cek kalau-kalau identitas Anda digunakan orang lain tanpa sepengetahuan anda.

Cinta yang Terhalang di Kuba
Gara-gara politik, dua hati jadi terpisah. Masih ingat cerita tragedi cinta pada generasi tahun 50-an dan 60-an? Widodo terdampar di negeri orang seperti orang yang tak punya negara, stateless. Widodo berusaha terus untuk kembali ke tanah air karena sang kekasih Widari menunggu untuk dilamar. Tapi usaha kembali ke tanah air tak membuahkan hasil karena paspor orde lama tidak berlaku sedangkan paspor orde baru tidak bisa keluar.

Indonesia Raya Berkumandang di Guilin
Tiba-tiba salah seorang diantara mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian serempak diikuti oleh yang lain. Sekitar 20 sampai 30 orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dari atas tebing di antara petugas keamanan. Presiden SBY dan rombongan tertegun, lalu menghentikan langkah sambil ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dan orang-orang yang menyanyikan lagu Indonesia Raya itu adalah turis Indonesia yang sedang berkunjung ke Reed Flute Cave di Guilin. Ini merupakan pertanda positif tentang semakin tumbuh subur Nasionalisme Indonesia.

Lumpur Similar

Februari 17, 2008

Misteri Perangkap Cinta

Judul Buku : Lumpur Similar, Misteri Perangkap Cinta
Penulis : Alfian Malik
Penerbit : PT Andal Krida Nusantara
Tebal : 248 halaman

Cinta tidak pernah menjadi rumusan matematika. Apapun rumusnya, di sela-selanya selalu ada misteri dan ruang hampa. Alfian Malik sang penulis, mengungkapkannya dengan elok, meminjam sebuah latar etnik yang mirip sebuah selimut perca, dengan ribuan sambungan yang saling memintal dan menjerat. (Penerbit)

Sinopsis :
Pertemuan Tegar Patih dengan Khariza seorang kerabat dari Kesultanan Brunei dalam pemanasan sebuah reli mobil di pedalaman Sumatera (Sabang Merauke International Event Rally-SMILER), membawa perjalanan yang misterius. Bahkan mereka masuk dalam dunia magis masyarakat terpencil di kawasan Riau.

Dalam perjalanan misterius inilah, Alfian memainkan pikiran pembaca untuk mengikuti petualangan Tegar Patih dan Khariza. Begitu masuk dalam dunia magis, Tegar dan Khariza harus menjalani ritual yang berbau mistis atas perintah Datuk Tinggi sang penguasa desa sampai suatu saat dibebaskan oleh pasukan TNI. Tegar ke Jakarta dan Khariza kembali ke Brunei.

Berbagai kekuatan magis dan kejadian yang tidak masuk akal menarik pikiran Tegar kembali ke desa itu dan mempertemukan Tegar kembali dengan Sari, seorang gadis yang penuh daya tarik luar biasa, yang kemudian menikah dengan Tegar.

Alfian menutup roman ini dengan kehadiran seorang bayi mungkil secara tiba-tiba di rumahnya, saat Sari ‘menghilang’ di desa Lumpur. Pikiran pembaca dipenuhi teka-teki karena Tegar harus mengembalikan anaknya ke budaya magis asal Sari. Karena dari hasil riset, anak Tegar berbeda dengan manusia lainnya yang kemudian mempertemukan kembali Tegar dan khariza.

Deskripsi :
Sebuah kompleksitas roman yang nikmat dibaca dan diselami telah tercipta. Potongan-potongan imajinasi terangkai dalam untaian kata dan teka-teki, membuat jantung kita berdegup setiap kali membalik halaman. Narasi Alfian Malik mengalir lancar seperti kakek yang fasih mendongeng. Inilah kelana dengan sejuta pesona, membius tanpa irama, kenikmatan yang tidak terduga membuat kita tetap haus di ujung cerita.

Bagi mereka yang menyukai cerita-cerita mistis, buku ini bisa jadi pilihan. Tidak sulit memahami pengungkapan imajinasi sang penulis.

Sumber : SSNET

Rahasia Meede

Februari 10, 2008

Mengungkap Sejarah Lewat Misteri Harta Karun VOC

Judul Buku : Rahasia Meede
Penulis : ES Ito
Penerbit : Hikmah, September 2007
Tebal : 671 Halaman

Sesuatu yang menjadi fakta sejarah sebuah bangsa, akan tetap tampak seperti huruf, angka dan peristiwa yang mati. Tanpa makna, tak bergerak, membutakan mata. Menghidupkan kembali fakta itu lewat imajinasi yang disusun rapi dan sistematis, diiringi gairah dan pesona serta kejutan adalah bagian dari upaya memperlambat kematian sebuah bangsa.

ES Ito si peneruka hulu sejarah dan laju zaman, telah mencatatkan diri sebagai novelis tambo modern Republika Indonesia, justru ketika elite bangsa ini sibuk dengan kepikunan kolektif, berputar-putar pada kekinian dan kedisinian. (Indra, Analisis Politik CSIS)

Sinopsis :
Misteri harta karun VOC sub judul dalam novel ini dibangun bukan cuma berdasarkan isapan jempol atau sekedar fiksi ngarang sendiri, tapi seabreg arsip data sejarah dipaparkan untuk mengorek, benarkah VOC masih menyimpan sejumlah besar hartanya di bumi Nusantara ?

Melalui beberapa karakter dalam novel ini, penulis membawa pembaca pada dunia misteri. Karakter tersebut melalui Batu Noah Gultom perantau asal Batak yang kemudian bekerja sebagai wartawan di koran Indonesiaraya. Batu ditugaskan oleh Parada untuk melacak kasus pembunuhan berantai tokoh penting. Secara tak terduga ia malah menemukan jejak Attar Malaka.

Ada pula tiga peneliti muda dari Belanda yakni Robert, Erick dan Rafael, mengungkap misteri De Ondergrondse Stad (kota bawah tanah) yang terhampar di bawah hiruk pikuk Jakarta. Mereka menemukan terowongan bawah tanah di bawah Museum Sejarah Jakarta.

Diduga ujung utaranya berada di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa, dan ujung selatannya bisa jadi berada di sekitar Istana Negara atau bahkan Monumen Nasional. Tapi ternyata bukan cuma mereka yang mencari keberadaan bangunan bawah tanah ini.

Entah bagaimana awalnya, E.S. Ito yang tentunya melalui penelusuran data sejarah yang sangat intensif berhasil menemukan petunjuk-petunjuk yang bisa membangun sebuah skenario sejarah tentang asal muasal dan keberadaan harta peninggalan VOC tersebut.

Pejabat VOC Cornelis Speelman, bersama dua orang pribumi yang memiliki pengikut setia Kapitan Jonker, dan Arung Palakka pada tahun 1666 membentuk komplotan bernama “Monsterverbond” yang secara de facto menjadi pengendali VOC. Pada masa kekuasaan mereka dilakukan penggalian emas besar-besaran di Salido Sumatera Barat tapi selalu dilaporkan tidak berhasil menemukan banyak emas dan tidak ada emas yang dikirim ke Belanda.

Setelah Speelman meninggal, para pesaing politiknya berusaha menyingkirkan Kapitan Jonker dan Arung Palakka. Jonker difitnah dan dipancung. Arung Palakka dibiarkan sibuk sebagai raja di Bone, daerah kecil di Sulawesi Selatan. Rahasia harta yang ditimbun Monsterverbond tidak terungkap. Itulah mengapa harta karun itu lebih dikenal sebagai “Het Geheim van Meede”, alias Rahasia Meede.

Deskripsi :
Hampir 3 tahun setelah novel pertamanya Negara Kelima terbit, akhirnya E.S Ito kembali merilis novel terbarunya. Masih mengandalkan kekuatannya dalam menggali data sejarah hingga ke pernik-pernik terkecil, E.S Ito mengusung novel keduanya dalam tajuk Rahasia Meede.

Tidak berbeda jauh dari novel pertamanya, Rahasia Meede kembali mengambil latar belakang dari sejarah Nusantara yang di dalamnya terdapat sebuah celah misteri dan teka-teki, yang kemudian dirangkai dan diuntai dengan potongan data sejarah yang lain hingga terbentuklah sebuah bangunan misteri besar dari sejarah masa lalu Nusantara.

Buku ini sangat tepat seandainya menjadi panduan sejarah bagi siswa sekolah. Pasalnya, di saat membaca tidak merasakan adanya kebosanan. Ini berbeda dengan buku sejarah standar. Dan buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang penasaran dengan harta karun VOC.

Sumber : SSNet