Dengan mengambil tema “Kampoeng Media Book Day”, Suara Surabaya Media ikut memeriahkan World Book Day pada tanggal 23-24 April 2011. Ada kegiatan Bazaar Buku Murah, Diskusi dan Talkshow Buku dan berbagai Lomba untuk anak-anak dan pelajar. Seluruh acara “Kampoeng Media Book Day” diadakan di Suara Surabaya Media, jalan Wonokitri Besar 40 Surabaya mulai jam 09.30-19.30.
Berikut perlombaan dan Persyaratan lomba yang akan diselenggarakan Kampoeng Media Book Day.
Lomba Foto Pelajar : ”Membaca Itu Seru !”
– Peserta adalah pelajar SMP – SMA dan yang sederajat.
– Peserta tidak dipungut biaya.
– Foto harus mengacu kepada tema lomba, yaitu: Membaca Itu Seru !
– Foto harus merupakan karya sendiri dan belum pernah menang dalam lomba foto apapun.
– Foto bisa diambil dengan menggunakan kamera hp, kamera pocket digital atau kamera dslr.
– Olah digital hanya diperbolehkan pada proses croping, brightness dan contrass.
– Foto dikirimkan dalam bentuk soft copy (file .jpg) dengan resolusi maksimal 300dpi.
– Foto dikirimkan melalui email ke: bacaituseru@yahoo.com atau bisa diserahkan dalam bentuk CD ke kantor Suara Surabaya Jl. Wonokitri besar 40c, Surabaya.
– Melampirkan identitas diri berupa : nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon/handphone, nama sekolahan dan kelas.
– Peserta dapat mengirimkan maksimal 3 foto.
– Foto diterima paling lambat hari Rabu, 20 April 2011 jam 17.00 wib.
– Pemenang akan diambil 3 foto terbaik dengan hadiah Total Rp. 1.250.000
– Foto terpilih akan di pamerkan dalam acara Kampoeng Media World Book Day pada 23-24 April 2011 di Suara Surabaya Media : Jl. Wonokitri besar 40c, Surabaya.
– Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilaksanalan pada Minggu 24 April 2011 jam 15.00 di acara  Kampoeng Media World Book Day.
– Pengambilan hadiah harus menyertakan foto kopi kartu tanda pelajar.
– Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Lomba Kolase Siswa TK

Minggu, 24 April 2011 Jam 10.00-12.00
– Peserta adalah siswa TK : dengan mengundang siswa 2 TK dilingkungan sekitar SS Media-(CSR) dan siswa TK lainnya.
– Setiap peserta lomba kolase wajib membaca gunting.
– Setiap peserta mendapatkan kertas gambar dan lem
– Setiap peserta diberi 3 kertas dengan 3 warna
– Batas peserta sekitar 50 siswa TK
– Pendaftaran bisa dilakukan pada jam kerja di Suara Surabaya Media, Jln Wonokitri Besar 40 Telp 5683040 (Ika) atau 91022671 (Novri)
– Pemenang akan dipilih 10 peserta yang akan mendapatkan hadiah hiburan

Lomba Bercerita Pelajar SD

Minggu, 24 April 2011 Jam 13.00-15.00
– Peserta adalah pelajar SD
– Materi cerita bebas
– Durasi bercerita 5 menit
– Batas peserta dibatasi 20 siswa
– Materi cerita bisa dikirim email : bacaituseru@yahoo.com atau menyerahkan ke panitia sebelum tampil
– Pendaftaran bisa dilakukan pada jam kerja di Suara Surabaya Media, Jln Wonokitri Besar 40 Telp 5683040 (Ika) atau 91022671 (Novri)
Total Hadiah sebesar Rp. 1.000.000 untuk 3 pemenang
Iklan

Kampoeng Media Book Day

April 17, 2011

Dengan mengambil tema “Kampoeng Media Book Day”, Suara Surabaya Media ikut memeriahkan World Book Day pada tanggal 23-24 April 2011. Ada kegiatan Bazaar Buku Murah, Diskusi dan Talkshow Buku dan berbagai Lomba untuk anak-anak dan pelajar. Seluruh acara “Kampoeng Media Book Day” diadakan di Suara Surabaya Media, jalan Wonokitri Besar 40 Surabaya mulai jam 09.30-19.30.
Diharapkan dalam acara Kampoeng Media Book Day bisa menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak–anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca. Serta memunculkan wacana di masyarakat akan pentingnya buku, dunia membaca dan menulis sehingga muncul kesadaran di masyarakat untuk menggunakan literasi sebagai media perubahan dalam kehidupannya.

RANGKAIAN ACARA KAMPOENG MEDIA BOOK DAY

Sabtu, 23 April 2011
09:30 – 19:30 – Bazaar Buku Murah dari penerbit : Mizan, Serambi, iboekoe

09:30 – 19:00 – Book Drop Box (Pengumpulan buku-buku bekas yang masih layak dari pendengar yang akan disumbangkan pada taman bacaan di Surabaya)

09:30 – 19:00 – Menampilkan nominator lomba Foto Pelajar tentang kegiatan “Membaca Itu Seru”

13:00 – 15:00 – Panggung Komunitas (Diskusi tentang komunitas buku dan seputar kegiatannya)
Narasumber : Komunitas Insan Baca, Surabaya Woman Book Club, Komunitas Goodreads

15:30 – 18:30 – Diskusi “Menulis Buku Itu Gampang”

Narasumber : Nina – nulisbuku.com dan Penulis Buku
Minggu, 24 April 2011
09:30 – 19:30 – Bazaar Buku Murah dari penerbit : Mizan, Serambi, iboekoe

09:30 – 19:00 – Book Drop Box (Pengumpulan buku-buku bekas yang masih layak dari pendengar yang akan disumbangkan pada taman bacaan di Surabaya)

09:30 – 19:00 – Menampilkan nominator lomba Foto Pelajar tentang kegiatan “Membaca Itu Seru”

10:00 – 13:00 – Lomba Kolase (Lomba menempel kertas pada sebuah gambar untuk Siswa TK)

13:00 – 15:00 – Lomba Bercerita (Lomba bercerita tentang buku yang pernah dibaca untuk pelajar SD)

15.30 – 16.00 – Penyerahan Lomba Bercerita dan Penyerahan Lomba Foto “Membaca Itu Seru”

16:00 – 18:00 – Talkshow “Anak SD pun bisa menulis Buku”
Narasumber : Penulis Kecil “KKPK” dari penerbit Mizan

Judul Suara Surabaya Bukan Radio
Pengarang Arifin BH
Penerbit_Distribusi Suara Surabaya Media – Surabaya
Tahun Terbit 2010
Bulan Terbit April
Edisi I
ISBN 978-979-19879-0-5
Halaman 448
Kategori Sejarah

Deskripsi :

Dahulu kegiatan radio sebatas sebagai ajang permintaan lagu dan kirim salam buat pendengarnya. Namun dengan semakin berkembangnya zaman, radio mengalami pergeseran menjadi industri radio. Pergeseran itu dipengaruhi oleh pendengar atau inisiatif pengelola radio tersebut. Melalui radio, -setidaknya dikembangkan oleh Suara Surabaya-, masyarakat bisa melakukan interaksi, saling memberi peringatan, berani mengemukakan pendapat dengan tetap menghargai perbedaan.

Dari momentum 25 tahun Suara Surabaya terbesit keinginan untuk melakukan pengamatan, pengumpulan data dan menulis buku tentang Radio Suara Surabaya yang bercerita dalam membangun bisnis bersama idealisme.

Buku Suara Surabaya Bukan Radio bercerita tentang keunikan, ciri khas, termasuk sesuatu yang dianggap nyeleneh bahkan bertolak belakang dengan teori kemapanan. Di sinilah contoh sukses sebuah organisasi yang mampu berjalan dan berproses menyelesaikan masalah dan mengatasi rintangan dengan cara yang cerdas, yang tidak lazim. Pesan dari cara dan strategi manajemen SS adalah, tiada satu hari yang dijalaninya tanpa ragu-ragu dan senantiasa dibarengi oleh adanya perbaikan yang di lakukan oleh perusahaan ini.

Kesan saya setelah tuntas membaca adalah bukan menceritakan duka lara mencapai puncak tapi membedah jalan baru menuju jurnalisme radio, Persis seperti judulnya, Suara Surabaya Bukan Radio. Bahkan sejenak terpikir, buku ini tak bisa sekadar buku peringatan sekian tahun SS tapi penanda bagaimana memperjuangkan cara pikir baru penyajian berita dan itu pun tertulis dalam salah satu bagian buku ini. Buku semacam buku besar catatan yang terekam bersama-sama oleh sekian banyak manusia di kampung media dan pendengarnya.

Suara Surabaya sebagai media sangat menarik dalam perjalanan menuju industri radio yang fenomena berkembang dengan positif. Menjadi pelopor Format news atau informasi, Padahal, di tahun 1983 radio swasta hanya menyiarkan musik, dan format berita hanya didominasi oleh RRI. Suara Surabaya juga menjadi pusat Studi Keilmuan sesuai teori jurnalisme radio. Pada tahun 2000 menjadi pelopor konvergensi Radio Internet dan Pelopor Teknologi Digital Broadcasting pada tahun 2003. Di dunia marketing sudah mengacu pada Marketing New Wave. Dan yang penting sejak tahun 1994, Suara Surabaya mengajak pendengarnya untuk berinteraksi menjalankan peran layaknya wartawan : melihat, mengamati, dan melapor kejadian. Kegiatan Inilah yang kemudian disebut banyak orang sebagai Citizen Journalism. Perkembangan terbaru yang sangat menarik adalah keberhasilan menembus dimensi ruang dalam sisi sosok penyiar dan aktivitas ruang siaran. Fasilitas Video Streaming yang diperkenalkan Juli 2008 berhasil menghadirkan SSFM hampir secara fisik kepada pendengar, di mana pun mereka berada.

Di Internal Suara Surabaya tradisi “duduk satu meja” berjalan efektif. Perkara apa saja bisa selesai tanpa satu sama lain merasa menang-kalah. Meski kadangkala harus melibatkan tim atau bagian lain. Tentu saja tidak serta merta hasilnya bisa segera nampak. Salah satu solusi yang ditemukan setelah serangkaian diskusi adalah membangun sistem pemantauan konten siaran berupa radio skrip, berisi urut-urutan materi siaran setiap jamnya.
Dalam mencapai tujuan yang diinginkan dalam setiap diskusi, Suara Surabaya mengacu pada teori Gde Prama tentang analogi air. Sifat lunak air sangat berbeda dengan pengertian lunak pada umumnya yang memberi kesan selalu mengalah pada yang keras. Kelenturan air tidak mengalah maupun mengalahkan. Pohon tidak dipaksa minggir. Batu tidak disuruh pergi. Namun pada saat yang sama air berhasil mengalir dengan penuh kelenturan. Ini pertanda, dan ini penting direnungkan. Pertanda alam yang tidak mengalah, tidak mengalahkan, akan tetapi berhasil mencapai tujuan.

Dalam lingkungan Suara Surabaya ada figur yang mudah diterima oleh siapapun. Figur ini “tercipta” untuk menyediakan diri berbagi antar sesama. Tidak menyukai konflik, dan steril terhadap segala macam isu, tetapi senantiasa bergerak pada jalur yang benar. Para pemikir organisasi bisnis sering menyebutnya sebagai kelompok Informal dalam sebuah perusahaan. Para ndilalah ini berada pada posisi menguntungkan semua pihak. Mencairkan kebekuan, dan ringan tangan! Kelompok informal ini, sekalipun tidak harus berada pada jajaran top manajemen, tetapi menjadi salah satu penyelamat perusahaan.

Begitu banyak testimoni dalam buku ini dari tokoh-tokoh seperti Dahlan Iskan (Dirut PLN), tokoh intelektual berbagai bidang dan Kru Suara Surabaya sendiri. Dalam buku ini disampaikan juga oleh Profesor Hotman Siahaan soal refleksi, “Setelah mengudara hingga lebih seperempat abad, SS didengar banyak orang. Kini saatnya SS mendengarkan”. SS Belajar Mendengarkan, setelah selama ini didengarkan!

Buku Suara Surabaya Bukan Radio ini benar-benar sudah bisa dikesankan sebagai memenuhi differensiasi karena dilihat dari judulnya, penjelasan seperti bertutur dan mengulas Contoh Kisah Sukses Radio sebagai sumber telaah.

Buku setebal 448 halaman ini tidak menampilkan foto dan gambar, karena Suara Surabaya tidak menginginkan buku ini sebagai buku pariwara atau bukan bagian dari promosi dan pembangun citra belaka radio Suara Surabaya, demikian kata Arifin BH, penulis buku Suara Surabaya Bukan Radio kepada saya. Buku setebal itu nyaman untuk dibaca karena jenis kertas yang ringan dan huruf yang besar. Namun bagaimanapun masih perlu di kritisi dalam penulisan dan pengumpulan data yang kurang update. Secara keseluruhan jika membaca berurutan seperti membaca sebuah cerita perjalanan kisah sukses radio.

Terakhir, Selamat atas penerbitan Buku Radio Suara Surabaya Bukan Radio yang di terbitkan oleh Radio Suara Surabaya, sebuah embrio memasuki industri publishing. Semoga sukses untuk lauching Buku Suara Surabaya Bukan Radio tanggal 30 April 2010 di Hotel Bumi Surabaya.

*At last but not least, Terima kasih kepada pak Errol Jonathans sehingga saya ‘terjerumus’ pada dunia buku dan library.*

dscn36303

dscn3632

dscn3633

dscn3634

dscn3635

dscn3638

dscn3631

Melanjutkan “tradisi” tahun sebelumnya, tahun ini Perpustakaan menetapkan 10 buku pilihan pembacanya dengan kategori peminjaman terbanyak dan penghargaan untuk 15 pembaca aktif.

Penyerahan hadiah di laksanakan di Perpustakaan Suara Surabaya hari Rabu siang, 21 Januari 2009 yang lalu. Sayangnya tidak semua pemenang bisa menghadiri penyerahan hadiah dikarenakan kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Heksa Akni, marketing Suara Surabaya yang siang itu mampir ke perpus dimintai untuk menyerahkan hadiah kepada pemenang.

Berikut nama-nama pembaca aktif di perpustakaan SS Media. Selamat untuk pemenangnya.. semoga makin rajin membaca…

Pembaca Aktif Peringkat I berdasarkan jumlah peminjaman majalah dan buku.
1. Rudy Hartono – R&D SS Media (51)
2. Manda Roosalina – Editor Mossaik Comm (42)
3. Nurhayati – Support Sales GigaFM (30)
4. Pritaningrum D.- Penyiar GigaFM (25)
5. Romy Sujatmiko – Penyiar SSFM (21)

Pembaca Aktif Peringkat II berdasarkan jumlah peminjam buku atau majalah saja.
1. Lia Lusiana – MD & Penyiar GigaFM (36, Majalah)
2. Reza Annisa Fitri – Guest Relation SS Media (26, Buku)
3. Anton Kusnanto – Fotografer Mossaik Comm (20, Buku)
4. Eka Maria Ulfa – Penyiar SSFM (19, Majalah)
5. Fauziah Antasari – Penyiar GigaFM (17, Buku)

Pembaca Aktif Peringkat III berdasarkan aktif dalam meminjam buku dan membaca literasi lainnya di Perpustakaan.
1. Endang Erniati – Penyiar GigaFM (17, Femina, Tempo & Fit)
2. Maria Soraya – GRO SS Media (16, National Geographic)
3. Rosita – Finance SS Media (15, Femina, Tempo, Jawa Pos)
4. Supingah – Editor SSNET (12)

Lokasi: Perpustakaan Suara Surabaya

Kunjungan SD Ciputra

April 11, 2008

Study Lapangan ke Perpustakaan SS Media

suarasurabaya.net| Berawal dari keinginan mengetahui model dan klasifikasi perpustakaan di media massa, siswa SD Ciputra Surabaya study lapangan ke Perpustakaan Suara Surabaya (SS) Media, Jumat (11/04).

Sebanyak 18 siswa SD Ciputra yang lolos program Student Library didampingi STEFANA EVI INDRASARI Teacher Library dan DEWI WIDIANTI bagian Administrasi SD Ciputra diajak mengintip Perpustakaan SS Media di Jalan Wonokitri Besar 40-C Surabaya.

“Study lapangan yang dilakukan tiap tahun ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi perpustakaan. Juga untuk melihat model lain perpustakaan di media massa yang bisa dikembangkan di perpustakaan SD Ciputra,” ungkap EVI waktu ditemui suarasurabaya.net.

Dari 18 students librarian yang mengikuti study lapangan ini, mereka berasal dari kelas 3 sampai 5. Selama ini kata EVI para siswa yang terpilih selama periode satu tahun tersebut telah melaksanakan berbagai event, diantaranya Book Fair, training untuk sekolah lain, juga menggelar workshop meningkatkan fungsi perpustakaan.

Dari kunjungan ke Perpustakaan SS Media ini, para siswa akan membuat tugas laporan untuk program tahun depan peningkatan di bidang apa di perpustakaan SD Ciputra.

Tim SS Media yang menerima kunjungan tersebut antara lain ADIRIFI Manager Giga FM, NOVRIANTI Staf Perpustakaan, dan ERWIN Staf Promotion SS Media menjelaskan tentang koleksi buku, penataan dan klasifikasi, sistem peminjaman buku serta pemanfaatan koleksi Perpustakaan SS Media untuk siaran dan pemberitaan di media ini.

ADIRIFI mengatakan, banyak program siaran di Giga yang sumber informasinya dari buku-buku, majalah maupun surat kabar koleksi Perpustakaan SS Media.

Selain berkunjung ke perpustakaan, students librarian ini juga ke dapur Radio Giga FM. Di sini siswa mendapat pengetahuan tentang proses pembuatan berita, cara pengolahan data dan informasi menjadi berita.

NATASHA satu diantara siswa SD Ciputra yang gemar membaca ini pada suarasurabaya.net mengaku senang bisa berkunjung ke Perpustakaan SS Media.

“Ya setelah datang ke sini senang. Penataan bukunya rapi. Tahu banyak hal, mulai klasifikasi sampai koleksi di perpustakaan ini. Tapi menurutku bukunya kurang banyak lagi,” ungkap siswa kelas 4 itu polos.

Sesaat sebelum berpamitan meninggalkan Perpustakaan SS Media, puluhan siswa SD Ciputra ketika ditanya apa sarannya untuk Perpustakaan SS Media? Mereka serempak menjawab: “Diperbesaaar….!”

Wajar kalau para siswa SD Ciputra menjawab demikian, karena kata EVI INDRASARI, perpustakaan di sekolah Ciputra saja ada dua. Yakni “Primary” yaitu perpustakaan untuk anak-anak mulai bayi hingga kelas 6 SD yang memiliki 20 ribu koleksi, serta “High School” adalah perpustakaan untuk siswa SMP hingga SMA yang mempunyai 30 ribu koleksi.(ipg)

Teks Foto:
1. Siswa SD Ciputra saat di ruang Perpustakaan SS Media.
2. NATASHA tertarik melihat koleksi di perpustakaan.
3. Di ruang pertemuan SS Media, siswa SD Ciputra mendapatkan penjelasan.
4. Berpose di ruang reception SS Media.
Foto: IPING suarasurabaya.net

Sumber : SSNET

Kudeta Mekkah

Maret 17, 2008

Judul Buku : Kudeta Mekkah, Sejarah Yang Tak Terkuak
Penulis : Yaroslav Trofimov
Penerbit : Pustaka Alvabet, Desember 2007
Tebal : 360 halaman

Penelitian Trofimov mengenail pengambilalihan Masjid Al Haram di Mekkah oleh kelompok militan Islam dimulai dengan mengetahui seluruh ancaman politik yang menakutkan. Penulis lalu menguji bagaimana aksi jihad global ini menginspirasi generasi teroris hari ini.

Trovimof seorang reporter Wall Sreet Journal memberi konteks melalui sebuah sejarah yang hidup mengenai akar dan bangkitnya ultra-fundamentalis Wahhabi serta menghadirkan kembali pertempuran di masjid tersebut dengan begitu eksploratif, seolah menjadi pemandangan yang mengerikan. Kegemparan yang diciptakan secara berkala tersebut tidak mengurangi alasan Trofimov bahwa Osama bin Laden dan gerakkannya adalah ideologi warisan kaum radikal Mekkah, tapi dengan sumber daya yang jauh lebih besar. (Portfolio Magazine)

Sinopsis :
Kudeta Mekkah pada 20 November 1979 memang banyak diketahui orang Timur Tengah. Tapi tidak banyak yang tahu kejadian persisnya seperti ini. Hal inilah yang mendorong Trofimov untuk mengungkapkan sebuah sejarah penting dalam dunia Islam atas terjadinya kudeta Mekkah yang menjadi pusat ibadah umat Islam dari seluruh dunia.

Dalam buku ini, penulis secara cermat mengawali kisahnya tentang kota Mekkah sebelum Juhaiman melakukan kudeta. Meski penulis bukanlah seorang muslim, tapi ketelitiannya dalam membaca sejarah Islam memang tidak diragukan lagi terutama saat campur tangannya Amerika ke tanah Islam. Bahkan ketika Kedutaan Amerika di Iran jatuh bertepatan dengan musim haji 1979, halaman 88. Para bangsawan Saudi khawatir bahwa gerakan Khumaini mengekspor Revolusi Islam bakal mendorong Ayatullah tersebut mencoba suatu pertunjukkan spektakuler yang sama di Masjid al- Haram.

Sementara ratusan pengikut Juhaiman baik dari Arab Saudi maupun dari luar berkumpul di Mekkah pada tahun itu. Keluarga inti Juhaiman dari Suku Badui yang bermukim di Najd sekarang dikumpulkan bareng sejumlah mahasiswa muda dari seluruh negeri, termasuk beberapa keturunan keluarga Arab Saudi terkemuka, yang telah dikecoki kepercayaan mesianistik oleh guru-gurunya.

Polisi rahasia Saudi, Mahabeth, juga tidak turut campur. Sangat susah diterima akal bahwa Mahabeth dengan jaringan informasi yang begitu kuat, secara sempurna tidak sadar akan rencana Juhaiman membaiat Imam Mahdi di Madji al-Haram. Saat tanggal 1 Muharam tiba, ketika para pemberontak mengambil alih masjid, Juhaiman berkonsentrasi di sayap militer operasi. Dia memastikan bahwa semua tembok telah terkunci dan para sniper-nya mengontrol semua yang mendekati tempat suci itu. Kalau tidak, seseorang bakal menyampaikan manifesto pemberontakan tersebut dan menjelaskan peristiwa bersejarah ini kepada dunia Islam.

Deskripsi :
Kudeta Mekkah bisa dikategorikan sebagai buku dokumenter karya seorang reporter. Melalui investigated report selama 1 tahun, Trofimov harus menghadapi berbagai rintangan dan tantangan untuk menungkap peristiwa 20 November 1979. Bagi generasi yang lahir setelah tahun itu, tentunya buku ini sangat penting dibaca.

Alasannya, dalam buku ini diceritakan bagaimana sebenarnya Kerajaan Arab Saudi pasca campur tangan Amerika, keberadaan Juhaiman sosok Islam aliran keras serta keterkaitan Osama bin Laden yang selalu diburu agen FBI dan CIA. Apalagi setelah adanya tragedi 11 September 2001.

Bagi yang ingin mengetahui sejarah perkembangan Islam, buku ini layak menjadi referensi. Banyak informasi yang ditulis Trofimov bagaimana peran non muslim memicu terjadinya Kudeta Mekkah.

Sumber : SSNet

Membaca Saja, Kok Sulit

Maret 12, 2008

Lebih banyak mana koleksi sepatu Anda atau tumpukan buku di lemari? Tidak bemaksud meledek. Tapi membeli buku, bagi kebanyakan orang, rasanya mahal dan buka kebutuhan mendesak. Membeli sepatu, apalagi memang diidamkan sejak lama, rasanya, harus didahulukan. Koleksi sepatu bertambah terus (dengan berbagai alasan, masuk akal atau tidak), koleksi buku jalan di tempat. Budaya membaca memang baru tumbuh. Novel-novel populer yang bagus, seperti tetralogi Andrea Hirata, buku-buku Dewi Lestari, Fira Basuki, Ayu Utami dan yang lainnya, membantu mereka yang tidak akrab dengan buku, untuk mulai membaca.

Nonton TV sempat, kenapa membaca tidak sempat ? padahal kegiatan yang satu ini sangat fleksibel, bisa dilakukan di mana dan kapan saja.
Duta Baca Indonesia yang dipilih Perpustakaan Nasional, Tantowi Yahya, mengamati minat baca orang Indonesia tidak termasuk tinggi, tapi juga tidak rendah. sedang-sedang saja.
“Masalahnya mereka yang punya minat membaca, sering kali tidak tahu harus membaca apa. jangankan membeli bacaan, kebutuhan primer saja belum tentu terpenuhi. Masih banyak orang yang penghasilannya kurang dari 50 ribu per hari, jumlah yang sama dengan harga rata-rata sebuah buku,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), orang Indonesia belum menganggap bacaan sebagai sumber informasi. Minat baca kita terbilang statis sejak 1993. Hingga 2003, hanya naik 0,2%, sementara minat nonton TV meningkat hingga 211,1%. Data 2006 menunjukkan dari tital penduduk baru 23,5% yang mencari informasi lewat bacaan. Sisanya lebih menyukai televisi dan radio. Mengapa demikian ?

Tantowi setuju bahwa salah satu hal yang membuat masyarakat kita malas membaca adalah televisi. “Faktor lain, kita adalah masyarakat verbal, yang lebih senang ngomong dan didongengin, diceritain. Kita belum menjadi reading society. Kebiasaan yang sudah menjadi budaya inilah yang perlu diubah tapi tentunya harus bertahap, kata pria yang setiap subuh rutin membaca berita di media online ini.

Ambil contoh sederhana saja. Berapa di antara kita yang memilih membaca peta jika mencari suatu alamat? rasanya tak banyak, Sebagian besar lebih suka bertanya kepada orang di jalanm daripada harus repot-repot mempelajari peta. Kita lebih suka mendengarkan orang lain ‘mendongeng’ hanya untuk mengetahui arah jalan. (Sumber : Femina)

Bagaimana dengan minat baca kalian ? di Perpustakaan SS Media

  • ada 818 judul buku dengan kategori Agama & Psikologi, Fiksi, Ilmu Pengetahuan, Marketing, Bisnis dan Ekonomi, Media Cetak dan Radio, Karya Umum dan Teknologi.
  • Ada Majalah Tempo terbit setiap Selasa, SWA terbit 2 mingguan (Majalah Bisnis), Cakram-MIX terbit tiap tengah bulan (majalah Marketing dan Bisnis), National Geographic terbit tiap bulan (majalah Sains & Fotografi), Rolling Stone terbit tiap awal bulan (majalah Musik), Reader Digest Indonesia terbit tiap awal bulan – Femina terbit setiap Senin (majalah Life Style), Concept terbit 2 bulan sekali (Majalah Design Grafis)
  • Ada surat kabar Jawa Pos, Surya, Kompas dan Kontan (edisi Harian, Mingguan dan Bulanan).
  • Ada Majalah Umum berbahasa Inggris, majalah agama seperti MATAN, Al Falah
  • Ada Ensiklopedi, Kamus Bahasa Inggris-Indonesia, Kamus Serapan Bahasa Asing, Peta Surabaya, Peta Indonesia dan Dunia.
  • Ada 2 Koleksi VCD National Geographic

Dari koleksi yang ada di Perpustakaan mudah-mudahan minat membaca jadi tumbuh. Jadi belum terlambat kalau kalian mulai membiasakan untuk membaca. Cari buku yang paling disukai dulu atau buku yang sudah terkenal (best seller) karena sudah terbukti cocok dengan selera banyak orang, jadi akan lebih besar kemungkinannya untuk kita sukai. Paling utama diantara semuanya, berawal dari niat yang ingin tahu segalanya, karena dengan Membaca Kita akan tahu isi dunia sebab Membaca merupakan Jendela Dunia.

“Semua orang membicarakannya, saya ketinggalan zaman kalau tidak tahu isinya.” Alasan itu sah saja. Membaca memang harus menjadi tren dulu, setelah itu kita baru bisa berharap orang membeli dan membaca karena keinginannya sendiri.”